Senin, 23 Januari 2012

Tips agar pelajaran menempel di Otak

Sebelumnya TS mau nanya nih,siapa yang diantara kalian masih suka belajar dengan sistem SKS?pasti banyak ya... bener gak? Oke sebenarnya Belajar mendadak menjelang ujian memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Nah untuk mengatasinya ada 10 cara,langsung aja cekibroot gan:
1. Belajar itu memehami bukan sekedar menghafal,
ya,fungsi utama belajar adalah memahami hal2 yang baru,kita boleh hafal 100% materi pelajaran,tapi yang terpenting kita bisa memahami semua materi yang dihafal
2. Membaca adalah kunci belajar,
Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.
3. Mencatat pokok-pokok pelajaran,
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.
4. Hapalkan kata-kata kunci,
Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya.
5. Pilih waktu belajar yang tepat
Waktu belajar yang paling enak adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.
6. Bangun suasana belajar yang nyaman
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman.Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.
7. Bentuk Kelompok Belajar
Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang.
8. Latih sendiri kemampuan kita
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan.
9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.
10. Sediakan waktu untuk istirahat,
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.

tambahan satu dari TS,kalo pembaca sekalian belajar agama jangan lupa niatkan untuk mendapatkeutamaan dari Allah Azza wa jalla. sekian dari TS semoga bermanfaat jangan lupa tinggalin 'jejak' ya wassalam.

Selasa, 06 September 2011

Ternyata Bahasa Indonesia lebih simpel daripada bahasa inggris

Bismillah
ane mulai ya.. biarpun ini repost tapi semoga yang baca bisa terhibur
langsungf aja cekibrot..

In English : "Would you care to validate your previous statement?"
In Indonesian : "SUMPE LO?!

In English : "Sorry, I think you miscalculated your own capabilities to handle the task at hand."
In Indonesian : "Nenek lu kiper!

In English : "Would you care to elaborate on that statement?"
In Indonesian : "MAKSUD LOH?!"

In English : "There's a 75% chance I won't make it, I'm far too busy for ur stupid event."
In Indonesian : "Insya'allah gw dateng!"

In English : "The meeting will start at 9:15 AM. Please be there 15 minutes beforehand."
In Indonesian : "Rapatnya jam 8!"


In English :"Let's try this new scam and see if those carbo-ladden brains buy it"
In Indonesian : "Mama minta pulsa"

In English : "Please stop by our outlet. There might be stuff you'll find interesting."
In Indonesian : "Giordanonya, Kakaaak!"

In English : "I've stumbled upon something that might be of interest to you. You might find it useful."
In Indonesian : "CEKIDOT GAN!"

In English : "I'm so overwhelmed by this turn of event that I'm speechless and in awe."

In Indonesian : "ANJROT!"

In English : "This is a very interesting topic that everybody should stay updated about this."
In Indonesian : "Sundul, Gan!"

In English : "I definitely won't make it. You guys go and have fun without me."
In Indonesian : "Ntar gue nyusul."

In English : "You're absolutely, positively 100% correct. But I knew that already."
In Indonesian : "EMBEER!"

In English : "That's so profound. I can't contribute anything further but I need to say something to sound equally smart."
In Indonesian : "Dalem."

haha selesai Alhamdulillah

Minggu, 29 Mei 2011

Figur Teladan

Al Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An Nawawi

Tidak ada teladan sebaik Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam. Barangsiapa meneladani Rasulullah Sholallahu ‘Aliahi Wasallam, niscaya ia akan menjadi teladan. Seribu lima ratus tahun yang silam, siapa yang tidak mengenal sosok Abu Bakar, khalifah pertama pengganti Rasulullah sebagai imam umatnya? Dialah pribadi paling mulia di antara umat Muhammad. Siapa pula yang tidak mengenal Umar bin Khaththab, orang terbaik setelah Abu Bakar? Demikian juga dengan Utsman bin ‘Affan, orang terbaik setelah Umar, serta Ali bin Abu Thalib, yang merupakan orang terbaik setelah Utsman?
Semuanya merupakan keutamaan Allah Subahanahu Wata’ala, di mana Ia telah memilih mereka menjadi orang-orang terbaik dari umat Rasulullah Sholallahu ‘Aliahi Wasallam. Mereka menjadi teladan generasi setelah mereka dikarenakan mereka menjadikan Rasulullah Sholalllahu ‘Alaihi Wasallam sebagai suri teladan dalam seluruh aspek kehidupannya. Keberadaan Rasulullah Sholallahu ‘Alahi Wasallam di tengah-tengah mereka, telah mewarnai kehidupan mereka yang penuh kemuliaan, kebaikan, kebahagiaan, ketentraman, ketenangan, kenyamanan, kejayaan, dan sebagainya. Tidak hanya itu, mereka bahkan berada di akhir kehidupan dan mengakhiri perjuangannya dengan keberhasilan yang gemilang, yaitu membuka pintu segala kenikmatan yang ada di sisi Allah di dalam surga-Nya.

Jumat, 13 Mei 2011

Hanya PadaMU Ku Memohon Pertolongan

Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary



Seorang hamba meski memiliki kedudukan yang tinggi, kekuatan yang mumpuni, serta kekuasaan yang luas, tetaplah dikatakan faqir, lemah dan dalam keadaan amat sangat membutuhkan, tidak punya kemampuan dengan sendirinya untuk mendapatkan kemaslahatan dan menolak segala macam kemudharatan. Bagaimana tidak, sedang segala daya, upaya, kekuatan, semuanya di tangan sang penciptanya, Dzat yang Maha Kaya yang tidak butuh kepada sesuatu apapun. Allah berfirman (yang artinya),"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu maka dari Allah-lah (datangnya) dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan maka hanya kepadaNyalah kamu meminta pertolongan." (QS An Nahl: 53).

Rabu, 11 Mei 2011

Agama Ini Telah Sempurna


Al Ustadz Abu Ishaq Muslim

KESEMPURNAAN ISLAM

Islam sebagai satu-satunya agama yang dipilih oleh Allah Ta’ala sebagaimana firman-Nya (yang artinya): "Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam” (Ali Imran : 19)               

Merupakan kebenaran mutlak yang datang dari Allah Ta’ala dan tidak ada kebenaran selain Islam, maka siapa yang menginginkan selain Islam berarti dia memilih kebathilan dan dalam keadaan merugi. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): "Apakah selain agama Allah (Islam) yang mereka inginkan, padahal hanya kepada Allah-lah berserah diri segala apa yang ada di langit dan di bumi baik dengan tunduk (taat) maupun dipaksa dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan.” (Ali Imran : 83)

"Dan siapa yang menginginkan selain Islam sebagai agamanya maka tidak akan diterima darinya agama tersebut dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imran : 85)

Selasa, 03 Mei 2011

Birrul Walidain : Berbakti Kepada Kedua Orang Tua !

Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari
MAKNA "AL BIRR"

Al Birr yaitu kebaikan, berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam (artinya) : "Al Birr adalah baiknya akhlaq". (Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya Nomor 1794).

Al Birr merupakan haq kedua orang tua dan kerabat dekat, lawan dari Al ‘Uquuq yaitu kejelekan dan menyia-nyiakan haq..

"Al Birr adalah mentaati kedua orang tua didalam semua apa yang mereka perintahkan kepada engkau, selama tidak bermaksiat kepada Allah, dan Al ‘Uquuq dan menjauhi mereka dan tidak berbuat baik kepadanya."  (Disebutkan dalam kitab Ad Durul Mantsur 5/259)
Berkata Urwah bin Zubair mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua tentang firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya): "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan." (QS. Al Isra’ : 24). Yaitu: "Jangan sampai mereka berdua tidak ditaati sedikitpun".  (Ad Darul Mantsur 5/259)

Berkata Imam Al Qurtubi mudah-mudahan Allah merahmatinya: "Termasuk ‘Uquuq (durhaka) kepada orang tua adalah menyelisihi/ menentang keinginan-keinginan mereka dari (perkara-perkara) yang mubah, sebagaimana Al Birr (berbakti) kepada keduanya adalah memenuhi apa yang menjadi keinginan mereka. Oleh karena itu, apabila salah satu atau keduanya memerintahkan sesuatu, wajib engkau mentaatinya selama hal itu bukan perkara maksiat, walaupun apa yang mereka perintahkan bukan perkara wajib tapi mubah pada asalnya, demikian pula apabila apa yang mereka perintahkan adalah perkara yang mandub (disukai/ disunnahkan). (Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an Jil 6 hal 238).

Berkata Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah mudah-mudahan Allah merahmatinya: Berkata Abu Bakr di dalam kitab Zaadul Musaafir "Barangsiapa yang menyebabkan kedua orang tuanya marah dan menangis, maka dia harus mengembalikan keduanya agar dia bisa tertawa (senang) kembali". (Ghadzaul Al Baab 1/382).

Senin, 02 Mei 2011

Peran Ilmu dalam kehidupan

Bumi tanpa cahaya matahari akan hampa dan kehidupan akan binasa. Begitulah ibarat hati manusia, tanpa cahaya ilmu hati akan sakit dan mati. Di dalam hati seorang yang sakit, terdapat dua kecintaan dan dua penyeru. Kecintaan terhadap syahwat-syahwat, mengutamakannya dan semangat untuk melampiaskannya. Terdapat hasad, sombong, bangga diri, suka popularitas dan suka membuat kerusakan di muka bumi dengan kekuasaannya.
Dia akan diuji di antara dua penyeru kepada Allah dan Rosul-Nya serta negeri akhirat dan penyeru kepada kenikmatan dunia yang fana. Maka dia akan menjawab seruan itu mana yang paling dekat dengannya.
Seorang yang hatinya mati, dia tidak tahu tentang Rabb-nya, tidak menyembah-Nya, tidak mencintai apa yang dicintai-Nya dan tidak mencari Ridlo-Nya. Tetapi dia hanya menurti ambisi syahwat walaupun di sana akan mendatangkan kemarahan Rabb-Nya. Dia tidak peduli apakah Rabb-Nya ridlo atau murka yang penting dia telah melampiaskan syahwat dan keinginannya.

Insan TV